Press "Enter" to skip to content

Kampanye Bale Istri di Hari Perempuan Internasional

Para perempuan yang tergabung di komunitas Bale Istri dari 2 kecamatan di Kab. Bandung melaksanakan jalan santai sambil membawa ragam poster dan membagikan leaflet tentang isu perempuan dan kekerasan seksual kepada masyarakat di sepanjang jalan, hari Minggu (12/03/2017) di Desa Cipaku, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini dalam rangka Peringatan Hari Perempuan Internasional 2017.

Kegiatan jalan santai dan sosialisasi ini sekaligus penggalangan dana untuk perempuan korban kekerasan. Jalan santai para ibu-ibu Bale Istri berakhir di GOR Desa Cipaku. Di tempat tersebut, berkumpul tamu undangan, masyarakat dan ibu-ibu Bale Istri untuk diskusi dan nonton bareng film Bale Istri.

Film ini bercerita tentang Bale Istri sebagai Layanan Berbasis Komunitas (LBK). Film dibuat oleh ibu-ibu perdesaan yang tergabung dalam komunitas Bale Istri, ucap Yeni Mulyani, ketua pelaksana sekaligus koordinator Bale Istri Desa Cipaku.

Dalam peringatan Hari Perempuan Internasional kali ini, sebelum menonton film, perwakilan Bale Istri membacakan Fakta Integritas, Tuntutan dan Agenda Mendesak terkait persoalan perempuan. Dalam acara tersebut, ibu-ibu dan masyarakat juga menulis harapan mereka sebagai kaum perempuan dan harapan untuk masa depan perempuan di Spanduk Harapan.

Acara ini merupakan suatu bentuk apresiasi Bale Istri, Bale Laki, Bale Remaja, dan Sapa Institute dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional. Dengan harapan kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat dan aparat pemerintahan supaya memperhatikan isu global yang berdampak pada perempuan, serta membangun solidaritas sesama perempuan, papar Yeni.

Pembuatan properti kampanye, poster dan pembagian leaflet, terang Yeni, bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat di perdesaan tentang bahaya darurat Kekerasan Seksual. Mayarakat juga perlu tahu tentang hak seksual dan reproduksi perempuan, bagaimana tindakan tepat atasi kekerasan seksual pada anak, apa yang dimaksud kekerasan seksual pada anak, efek yang bisa timbul jika anak mengalami kekerasan seksual, tips untuk orang tua, mengetahui prilaku dan tanda fisik terhadap anak yang mengalami pelecehan seksual dan tips untuk anak kecil jika dilecehkan dan lain-lain,

Seusai berdiskusi dan menonton film komunitas, ditutup dengan kuis berhadiah bagi masyarakat. Pertanyaan seputar isu-isu perempuan dan pengetahuan tentang kekerasan seksual. Masyarakat demikian antusias mengikuti kuis tersebut.

Darurat Kekerasan Seksual

Dalam catatan Sapa Institute, kekerasan terhadap perempuan di Jawa Barat tergolong tinggi. Data kasus Tahun 2015 di Jawa Barat berjumlah 661 Kasus. Sementara Data yang dihimpun tiga lembaga pendampingan korban kekeraran terhadap perempuan di Jawa Barat mencatat ada 167 kasus yang mereka tangani. Di Kabupaten Bandung, penanganan kasus yang dilakukan oleh Bale Istri di kecamatan Paseh sampai bulan Februari tahun 2017 ada 24 kasus. Kasus pemerkosaan perempuan di bawah umur masih terjadi di kecamatan Paseh membuat Bale Istri lebih gencar melakukan sosialisasi, pencegahan, penanganan dan penampingan pada perempuan korban, ungkap Enna Siti Rohmah, dari divisi pendampingan Komunitas Bale Istri.

Keprihatinan kami pada perempuan korban kekerasan seksual, menuntut kerja keras dan kerjasama berbagai pihak untuk pencegahan kasus terjadi lagi. Dari perdesaan, Sapa Institut dan Bale Istri akan terus menuntut dan mendorong segera disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual di Badan Legislasi DPR RI. Papar Enna.

Agenda mendesaknya, DPR RI Membentuk Pansus RUU Penghapusan Kekerasan Seksual; DPR RI membahas dan mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan seksual pada masa sidang tahun 2017; Mendesak pemerintah daerah kabupaten dan nasional untuk meningkatkan anggaran untuk Pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan; Mengoptimalkan peran P2TP2A dalam melakukan pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan; dan pemerintah Kabupaten/kota dan propinsi Jawa Barat menghapus 92 kebijakan yang mendiskriminasi perempuan dan kelompok minoritas agama.*