Press "Enter" to skip to content

Profil Sapa

Sapa Institut didirikan di Kabupaten Bandung sejak tahun 2005 dan telah memiliki Badan Hukum Perkumpulan pada Notaris Irma Rachmawati dengan Nomor 14/10/April/2008. Sapa Institut adalah sebuah learning organization non profit dan independen yang bergerak dari semangat voluntarian/kerelawanan, terdiri dari orang-orang muda yang berfokus pada isu perempuan terkait hak seksual, kesehatan reproduksi dan kemandirian ekonomi perempuan serta anti kekerasan.

Sapa Institut lahir dari kegelisahan sekelompok muda terhadap tingginya angka kekerasan terhadap perempuan, belum terpenuhinya hak dasar perempuan, khususnya hak seksual dan hak kesehatan reproduksi serta masih rendahnya tingkat kesejahteraan perempuan.

Oleh karena itu, menumbuh-kembangkan pemahaman yang berkeadilan gender dan anti kekerasan, memperkuat kelompok masyarakat sipil, khususnya perempuan, serta mendorong terwujudnya perubahan kebijakan yang berperspektif adil gender dan membela hak-hak perempuan merupakan wujud keberpihakan dari gerakan yang dibangun dan dikembangkan oleh Sapa Institut.

Dengan berpegang pada prinsip dan nilai-nilai dasar Demokratis, Kemanusiaan, Keberagaman, Kesetaraan, Transparan, Kemitraan, Anti Kekerasan, Solidaritas, Non Diskriminatif, Kerelawanan, Sapa Institut memiliki komitmen yang tegas dan jelas untuk turut serta menciptakan masyarakat, khususnya perempuan yang sejahtera, mandiri, berkeadilan dan terpenuhi hak-hak dasarnya.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, Sapa Institut melakukan berbagai aktivitas untuk mengorganisir perempuan di berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung dan juga Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Barat.

Hingga pada tahun 2015, Sapa Institut telah telah berhasil membentuk dan memperkuat 10 komunitas perempuan yang diberi nama Bale Istri (Bais) dan 7 Komunitas Remaja yang diberi nama Bale Remaja (Bare) serta Komunitas Laki-laki Pendukung (support group) Gerakan Perempuan Yang diberinama Bale Laki-laki (BAL).

Melalui Bale Istri, Bale Remaja dan Bale Laki-laki inilah, Sapa Institut aktif mendampingi dan melakukan penguatan terhadap kelompok-kelompok perempuan di tingkat lokal (pedesaan) sehingga mereka mampu memahami persoalannya, saling mendukung dalam mengatasi persoalan, dan mengkonslidasikan suara dan kebutuhan mereka untuk disampaikan kepada para pembuat kebijakan.

VISI SAPA

Visi Eksternal
Perempuan memiliki kesadaran kritis, mampu mengorganisir diri, menggalang dukungan dan memperjuangkan hak-haknya.

Visi Internal
Sapa Institut sebagai resource centre gerakan perempuan di Jawa Barat.

MISI SAPA
1. Membangun dan menguatkan kelompok – kelompok perempuan sehingga mampu mengorganisir diri, memobilisasi dukungan dan memperjuangkan hak – hak dasarnya.
2. Mendorong Pemenuhan Hak Seksual, Kesehatan Reproduksi dan Kemandirian Ekonomi perempuan, termasuk pendampingan kasus bagi perempuan korban kekerasan melalui Pusat Layanan Komunitas (PLK).
3. Bersama Komunitas Mendorong terwujudnya perubahan kebijakan dan implementasi kebijakan yang berperspektif hak-hak azasi perempuan.
4. Mengembangkan media informasi dan komunikasi yang mempromosikan nilai-nilai Hak Azasi Perempuan (HAP) dan Hak Asasi Manusia (HAM), dan memperluas gagasan anti kekerasan terhadap perempuan.
5. Membangun kemandirian dan kompetensi organisasi sebagai pusat pembelajaran gerakan perempuan di Jawa Barat.

PROGRAM/ AKTIVITAS

1. Penguatan Komunitas dan Pendampingan Kasus Berbasis Komunitas
Penguatan Komunitas adalah bentuk program dan kegiatan yang ditujukan untuk membangun dan menguatkan kelompok-kelompok perempuan sehingga mereka mampu mengorganisir diri, memobilisasi dukungan dan mampu memperjuangkan hak dan kepentingannya.

Dalam program ini, Sapa Institut memfokuskan pada pembentukan dan pengembangan Komunitas Bale Istri, Bale Laki – laki dan Bale Remaja sebagai Pusat Layanan Komunitas (PLK) yang memiliki fungsi sebagai pusat pendidikan, informasi dan komunikasi serta pendampingan kasus/korban khususnya di tingkat lokal pedesaan.

Pengembangan kapasitas warga (perempuan) dan penguatan pengembangan bale istri serta peningkatan pengetahuan dan kapasitas para pendamping Bale Istri dan Bale Bemaja melalui pendidikan dan pelatihan tentang berbagai hal yang terkait dengan isu perempuan merupakan strategi utama yang dibangun sehingga mereka mampu memahami permasalahannya, saling berbagi pengetahuan dan pendapatnya serta melakukan aksi – aksi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Pendampingan kasus berbasis komunitas merupakan kegiatan yang ditujukan untuk memberikan layanan dan dukungan bagi perempuan korban kekerasan. Strategi pendampingan kasus ini dilakukan melalui 2 cara, yaitu, pertama, Pendampingan Kasus Berbasis Komunitas dimana Bale istri sebagai Pusat Layanan Komunitas melakukan kerja- kerja pencegahan, penanganan dan pemulihan korban kekerasan, dengan fokus pada level komunitas. Kedua, Pendampingan Kasus kekerasan yang dilakukan langsung oleh sapa Institut terutama yang datang dari luar komunitas dampingan. Dalam konteks ini, Sapa Institut memberikan layanan pendampingan dan pemulihan korban kekerasan secara medis, psikologis dan hukum.

2. Kampanye dan advokasi
Kampanye dan Advokasi adalah berbagai bentuk program dan kegiatan yang ditujukan untuk mendorong terwujudnya perubahan kebijakan yang berperspektif adil gender dan membela hak-hak perempuan. Kegiatan ini dilakukan melalui Diskusi Publik, Audiensi/hearing dengan Eksekutif dan Legislatif, rountable discussion, kampanye media, advokasi dan pengawalan kebijakan dan membangun kemitraan dengan Pemerintah Daerah serta konsolidasi jaringan kerja dengan gerakan perempuan dan gerakan sosial untuk hak azasi perempuan di Jawa Barat dan nasional untuk penguatan isu perempuan.

Dalam advokasi kebijakan, Bale Istri terlibat secara aktif dari mulai mengkonsolidasikan isu di wilayahnya masing-masing, mengorganisir dan memobilisasi dukungan untuk penguatan komunitasnya dan untuk disampaikan kepada para pembuat kebijakan sebagai bahan pertimbangan bagi perbaikan pemenuhan hak dan kepentingan perempuan.

3. Pengembangan Resource Center

Pengembangan Resource Center merupakan pengembangan pusat kajian, data dan informasi bagi gerakakan perempuan di Jawa Barat. Sebagai Resource Center, Sapa Institut melakukan riset-riset/studi tentang isu-isu perempuan dan memiliki database untuk pengembangan pengetahuan dan pengalaman gerakan perempuan di Jawa Barat. Dalam pengembangan Resource Center, Sapa Institut juga memproduksi kajian-kajian tentang isu KTPA berdasarkan pembelajaran organisasi yang dipublikasikan dalam bentuk buku, film, jurnal, buletin, buku saku dan dikemas melalui media informasi yang kreatif melalui website dan media sosial organisasi. Publikasi yang dilakukan agar hasil riset/studi bisa dibaca dan menjadi rujukan informasi-pengetahuan bagi bagi khalayak luas

4. Membangun kemandirian organisasi melalui penggalangan kerjasama dan pengembangan usaha berbasis potensi dan sumberdaya lokal.
Kemandirian Organisasi menjadi isu strategis yang dapat memastikan sustainabilitas lembaga dalam menjalankan peran dan fungsinya. Oleh karena itu, Sapa Institut berinisiatif mengembangkan berbagai kegiatan/program yang akan berkontribusi dalam menciptakan kemandirian lembaga.

Kegiatan ini ditekankan pada pengembangan usaha lembaga, pengembangan potensi dan sumberdaya lokal di Kabupaten Bandung diantaranya melalui pengembangan pertanian organik secara terpadu, pengembangan Biogas komunitas serta pengembangan Koperasi Komunitas.***