Press "Enter" to skip to content

Sekilas Pandangan Tentang Sapa Institut

Oleh: Listyowati
(Deputi Program Kalyanamitra)

Perkenalan saya dengan SAPA Institute beberapa tahun yang lalu, ketika saya mencoba memberikan dan berbagi pengalaman mengenai penanganan kasus-kasus KDRT. Laksana seorang anak yang baru berusia 2-3 tahun, SAPA pada waktu itu masih harus banyak belajar jalan dalam mencapai cita-cita organisasinya. Yang tidak pernah saya lupakan tentang SAPA ketika pertamakali bertemu adalah semangat, komitmen dan dedikasi para tim kerja SAPA yang tinggi. Meskipun tidak ada funding yang mendukung mereka. Kemauan yang tidak pernah padam untuk terus belajar dari orang lain menjadi kunci kesuksesan organisasi yang dikawal oleh sekelompok orang muda ini.

SEIRING dengan perkembangannya, kini SAPA Institut menjadi sebuah organisasi yang semakin eksis di bidangnya. Bale Istri adalah sebuah wadah beraktifitas dan mencari ilmu bagi para perempuan-perempuan di pedesaan yang telah berhasil dibangun oleh SAPA Institut. Saat ini telah tumbuh 3 Bale Istri yang tersebar di wilayah Kabupaten Bandung. Melalui Bale Istri ini telah banyak hal yang telah mereka kerjakan, dari mulai pendampingan korban kekerasan, kajian dan penelitian.

SAPA sendiri dalam menjalankan berbagai aktivitasnya banyak bekerjasama atau berjaringan dengan individu-individu potensial, organisasi-organisasi lain, parlemen dan pemerintah daerah setempat. Hal ini tentu saja akan semakin membawa atau memberikan kemudahan SAPA dalam memujudkan visi misinya. Kenapa? Berjaringan adalah sesuatu yang sangat penting dilakukan oleh sebuah orgainisasi karena mustahil dalam memujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat mampu dilakukan hanya satu organisasi saja. Ini sangat dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak. SAPA telah berhasil membangun jaringan ini di tingkat Kabupaten Bandung khususnya dan Kodya Bandung umumnya.

Ibaratnya sebuah permainan bola, ada pembagian peran dan tanggungjawab dalam kerja tim tersebut dalam menciptakan gol serta ada tujuan yang telah disepakati bersama. Demikian juga dengan organisasi, dalam melakukan kegiatan-kegiatannya, pembagian peran dan tanggungjawab harus jelas. Dan hal ini tidak luput dari sebuah analisa mengenai apa yang menjadi kekurangan/ kelemahan dan apa yang menjadi kelebihan/ kekuatan atau analisa SWOT.

Bagi SAPA, Bale Istri dapat menjadi sebuah kekuatan lain yang cukup besar untuk memujudkan visi dan misi organisasi. Kenapa? Bale Istri akan menjadi wujud nyata bagi keberhasilan organisasi SAPA di kemudian hari. Banyak orang akan melihat dan mengingat itu. Dengan catatan, komitmen dan dedikasi yang tinggi yang selama ini dimiliki oleh tim kerja SAPA tidak akan luntur dalam melakukan pendampingan terhadap Bale Istri. Seperti ketika SAPA pertama kali terbentuk.

Dalam setiap langkah dan perjalanan pasti tidak akan berjalan mulus seperti layaknya sebuah jalan tol, sandungan-sandungan atau rintangan akan terus dihadapi. Demikian juga halnya dengan SAPA, pasang surut kondisi pendanaan organisasi dan silih bergantinya tim kerja juga dialami oleh SAPA. Untuk itu dibutuhkan keberanian dalam melangkah, melewati berbagai rintangan itu, kepercayaan akan kemampuan diri dan komitmen dari tim kerja untuk terus berkarya dan menemukan inovasi-inovasi yang cemerlang demi memperjuangkan visi misi organisasi yaitu menjadi pusat informasi dan komunikasi perempuan.[]

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *