Press "Enter" to skip to content

Workshop Penyusunan Panduan Pusat Layanan Komunitas (PLK)

Perwakilan komunitas Bale Istri, Bale Laki-Laki dan Bale Remaja dari 4 Kecamatan di Kab. Bandung terlibat Workshop Penyusunan Panduan Pusat Layanan Komunitas (PLK) yang dilaksanakan oleh Sapa Institute di Baleendah, Kab. Bandung (24-25/2/2017).

“Workshop ini bertujuan menyusun panduan Pusat Layanan Komunitas yang mampu memberikan pendampingan, informasi dan komunikasi berkaitan dengan isu-isu perempuan,” ujar Siti Hasanah, dari Sapa Institute.

PLK, lanjut Siti Hasanah, ke depannya akan dikembangkan oleh Bale Istri menjadi pusat pendidikan di komunitas tentang isu-isu perempuan, pusat informasi dan layanan konsultasi bagi warga tentang isu-isu perempuan, mampu memberikan layanan pendampingan kasus bagi perempuankhususnya terkait dengan hak seksual, kesehatan reproduksi, kekerasan dalam rumah tangga dan pusat pengembangan ekonomi komunitas.

Workshop yang dipandu fasiilitator Sri Mulyati dan Sumiati ini juga menjadi pertemuan penting untuk memperkuat konsolidasi gerakan Bale Istri, Bale Laki-laki dan Bale Remaja.

Dindin Syarifudin, Manager Program Sapa Institute, menjelaskan bahwa Bale Istri adalah komunitas perempuan yang di inisiasi oleh masyarakat dan digerakan oleh perempuan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Didalamnya beranggotakan ibu rumah tangga, perempuan dewasa, perempuan korban kekerasan, kader Posyandu, PKK dan lain-lain, imbuhnya.

Sebagai PLK, Bale Istri mempunyai fungsi penting sebagai pusat informasi dan komunikasi perempuan, pusat pendidikan, pusat pendampingan dan pusat advokasi.

Dalam hal ini, jelasanya, Bale Laki-Laki dan Bale Remaja sebagai supporting group yang mendukung kerja-kerja Bale Istri sebagai pusat Layanan Komunitas. Bale Laki-Laki adalah komunitas laki-laki yang berkomitmen untuk mendukung dan bergerak bersama Bale Istri dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Anggotanya terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, APH, masyarakat umum dll.

Sedangkan Bale Remaja, beranggotakan remaja usia 12-23 tahun yang belum menikah. Mereka dari karang taruna, remaja masjid, organisasi sekolah, pelajar/ mahasiswa, pemuda dan pemudi, remaja korban kekerasan, remaja disabilitas dll. Bale Remaja adalah komunitas remaja laki-laki dan perempuan yang bergerak bersama Bale Istri sebagai pusat pendidikan, informasi dan komunikasi terkait dengan persoalan remaja dan perempuan.

Ke depan, Bale Istri dengan PLK-nya bersama gerakan pendukungnya, akan konsisten fokus pada pencegahan, penanganan, pemulihan, pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, hak seksual dan kesehatan reproduksi, pemberdayaan ekonomi, kebijakan diskriminatif, isu kepemimpinan perempuan dan isu isu keberagaman, papar Dindin.

Pusat Layanan Komunitas (PLK)

Workshop selama 2 hari ini yang melibatkan 3 komunitas ini difokuskan menyusun panduan Pusat Layanan Komunitas (PLK) sebagai pusat layanan informasi, komunikasi, pendidikan, pendampingan dan advokasi terkait isu perempuan dan remaja. Tujuan PLK adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang isu-isu perempuan, membantu untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan, mendekatkan akses perempuan terutama perempuan korban kekerasan terhadap layanan dan mendorong pemerintah dan pihak lainnya untuk memberikan dukungan terhadap pemenuhan hak-hak perempuan dan remaja.

Pedoman PLK ini disusun dan diharapkan bisa digunakan oleh komunitas dan bisa diakses oleh mitra dan jaringan. Panduan Pusat Layanan Komunitas (PLK) ini juga disusun untuk kelompok masyarakat lain yang akan membentuk PLK di wilayahnya. Bagaimana pengalaman komunitas menjadi sebuah model bagi masyarakat lain untuk membangun komunitas, ungkap Dindin.

Dari hasil diskusi, presentasi dan masukan dari perwakilan komunitas di workshop tersebut, terangnya, panduan berhasil disusun yang meliputi banyak tahapan-tahapan untuk membuat dan mengembangkan PLK, diantaranya Tahap Persiapan, Tahap Pengembangan dan Tahap Kemandirian. Apa yang perlu dimiliki untuk mengembangkan PLK, faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan, siapa penerima manfaat PLK dan lain sebagainya sudah mendapat masukan penting dari Bale Istri dan Bale Laki-Laki berdasarkan pengalaman kerja mereka di lapangan.

Yeni Mulyani, perwakilan Bale Istri dari Kecamatan Paseh, berharap pertemuan di workshop ini juga bisa memperkuat kembali semangat dan komitmen komunitas Bale Istri, Bale Laki-Laki dan Bale Remaja di berbagai wilayah di Kabupaten Bandung. Pertemuan ini juga diharapkan bisa memperkuat Bale Istri dengan jaringan di desa. Saya berharap rumusan panduan bisa bermanfaat bagi komunitas dan masyarakat banyak, Bale Istri lebih maju dan konsisten dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, pungkasnya.* (BTM)